Menjumlahkan seluruh bunga yang akan diterima, ditambah pokok yang dikembalikan di akhir, setelah semuanya ditarik ke nilai hari ini.
Yang barusan dikerjakan langkah demi langkah adalah persamaan ini. Bagian kiri menjumlahkan seluruh bunga, bagian kanan mengurus pokok yang kembali di akhir.
B0 nilai obligasi hari ini · I bunga per tahun dalam rupiah, yaitu M × i · M nilai par · n sisa tahun sampai jatuh tempo · rd imbal hasil yang diminta pasar
Bagian pertama itu tidak lain penjumlahan CF₁/(1+r)¹ sampai CFₙ/(1+r)ⁿ yang dipendekkan, karena bunganya sama besar tiap tahun.
Bunga yang dijanjikan obligasi sudah dikunci sejak diterbitkan, sedangkan imbal hasil yang diminta pasar terus berubah. Selisih keduanya yang menentukan harga.
| Keadaan | Harga | Disebut | Alasannya |
|---|---|---|---|
| rd > i | B0 < par | Discount | Bunganya kalah menarik dibanding yang diminta pasar, jadi harganya harus turun agar ada yang mau membeli. |
| rd < i | B0 > par | Premium | Bunganya lebih besar daripada yang diminta pasar, jadi orang rela membayar lebih mahal. |
| rd = i | B0 = par | At par | Yang dijanjikan tepat sama dengan yang diminta, jadi tidak ada alasan menawar naik atau turun. |
Semua angka yang berkaitan dengan satu periode dibelah dua, dan banyaknya periode dikalikan dua. Bentuk persamaannya tidak berubah sama sekali.
Jika harga obligasinya sudah diketahui dan yang dicari justru imbal hasilnya, pertanyaannya dibalik: berapa tingkat pengembalian yang didapat pembeli bila obligasi dipegang sampai jatuh tempo. Perkiraan cepatnya menggunakan rumus berikut.
Nd adalah nilai pasar dikurangi biaya penerbitan. Pembilangnya menjumlahkan bunga tahunan dengan selisih harga yang tersebar rata sepanjang sisa umurnya, sedangkan penyebutnya menggunakan harga rata-rata antara sekarang dan saat jatuh tempo.